Tampilkan postingan dengan label Puisi ARP. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi ARP. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 18 Juli 2015

BERSERAH DIRI

Ya Allah..
Kami berserah kepada-Mu atas segala usaha yang telah kami lalukan..
Tapi Engkaulah yang menentukan
Tiada perkataan yang lebih indah dari Asma-Mu
Tiada rencana yang lebih indah dari Rencana-Mu
Berikanlah kami berkah dan kebaikan-Mu
Petunjuk dalam menuntut ilmu
Berilah keberhasilan bagi Kami
Dan kuatkanlah kami dalam menghadapi cobaan atas atas kesenangan yang Engkau berikan
Kesabaran dan keikhlasan atas keberhasilan yang tertunda
Sesunggugnya sesudah kesulitan ada kemudahan
Sesudah kesulitan ada kemudahan
Aamiin...

Sabtu, 30 Mei 2015

Puisi

DERAP BINTANG
Ciptaan: Aji Ridho Pangestu



Derap langkah membuka
Bayangnnya kasat dari jendela
Ku berlari jauh tak kasat mata
Sampai arah yang mulai gelam

Hanya bayngan yang mengikuti
Tanpa cahaya terang ku lalui
Lelah hati ini tuk mengikuti
Tanpa pikir dan ku siasati

Kini Ku mnghilang...
Bak bintang di telan malam
Hanya goresan yang tersisa
Sia-aia berhrap tanpa duka

Kini ku menyadari
Hidupku jauh lebih berrarti
Dengan kemerlip bintang-bintang
Dan kehangatan sang surya

Kini ku mematung tanpa kata
Berharap kan di cat indah
Terang oleh kemerlip bintang
Wlau dulu tergnang oleh awan

Kni tabir tebuka indah
Membuka cakrawala
Mengiring langkah dan arah
Walau hnya bayangn sang rembulan

Seakn dulu Aku yang gersang
Beharap kan terang
Awan-awan menjadi hujan
Sehingga bunga-bunga bermekaran..

Terimakasih bintang..

Keindahan

CAHAYA BINTANGKU


Karya: Aji Ridho Pangestu



Hampa terasa..
Ketika Kau tak hadir dalam hidupku
Membuat ku layu, tersengat oleh kepedihan..
Canda tawa duka dan bhagia
Kita lalui bersama
Kau memberikan warna indah dalam hidupku

Melukiskan pelangi indah di hariku
Menorehkn kenangan indan dalam jiwa

Tapi Kau lah pitaku..
Bak akar yang menguatkan tanaman
Bak kemerlip bintang dalam malam gelam
Tpmapi kini kau telah pergi
Cita-cita mwnghampiri
Kini bintng itu semkin menjauh
Tapi akan tetap terlihat dan gemerlap dimna pun Aku meminjakkan bumi
Hanya satu pintaku
Ku ingin kan menjadi kisah indah kita
Yang terkenang selamanya
Seperti sang kejora
Yang muncul menyapa
Stetiap terbit dan tenggelamnya
Sang mentari


Selasa, 12 Mei 2015

Sekolahku

SEKOLAHKU

Karya: Aji Ridho Pangestu



Ku berdiri di atas Bumi Pertiwi..
Terasa sejuk angin mengayomi diriku 
Berdesir di dalam telinga
Memainkan melodi-melodi indah..

Mata terbang melayang..
Langit biru terpampang..
Awan-awan bercengkrama di atas pegunungan
Membuat semkin indah sekolahku tersyang

Harum semerbak mendamaikan jiwa
Bnga-bunga indah bermekaran di taman
Bunga-bunga bagai kapuk beterbangan
Menghias di wajahnya yang indah rupawan

Takkan letih diriku ini
Berdiam di sekolah tersyang
Yang menonjolkan sejuta keindahan
Dalam hatiku selalu terkenang

Senin, 11 Mei 2015

PUISIKU

TAK LEKANG OLEH WAKTU

Ciptaan: Aji Ridho Pangestu



Hidupku yang dulu hitam, kelam
Kini semakin berwarna
Yang dulu rapuh terombang-ambing
Kini berkokoh baja

Kini Ku menjalani waktu-waktu dengan indah
Menjalani semuanya bersama
Canda, tawa, suka, duka, dirasakan bersama
Walau semuanya tak lekang oleh waktu

Kau bagaikan orang tua bagiku
Saat ku membutuhkan nasihat
Menjadi obat bagiku
Kerika Aku sakit, terluka, perih terasa

Biarpun tak mengapa
Diriku mendai lilin
Agar dirimu terang tak remang-remang
Walau waktu kan menghempaskan

Tapi..
Kini kebersamaan itu hanya sebatas bayangan
Ku tertiup angin dan mulai redup
Wlau begitu, Ku takkan pernah padam
Karena masih ada harapan

Semua yang pernah kita lalui bersama
Kan berkelip indah bersama bintang
Setiap kemerlipnya menggambarkan keindahan
Melukis indah menjadi pelangi indah

Pustaka kerinduan terpancar indah
Yang ku titipkan kepada sang rembulan
Kepada sang bintang
Ku menanti disini menunggumu

Tertawa, ceria bersama, dan gembira bersama
Dalam bingkai baru yang Indah
Kan Abadi..
Hingga dimensi berganti
Wahai sahabat sejati..

Sabtu, 02 Mei 2015

PUISI INDAH

MEMANDANG BINTIK BINTANG
Karya: Aji Ridho Pangestu
(1 Mei 2015, 23:14 WIB)

Saat Ku terpaku menginjak kaki langit
Bintang-bintang bercerita, tanpa di tmani kemerlipnya..
Seakan ada yang hilang dari drinya..
Seprti halnya Aku..
Aku yang sndirian di tngah-tengah malam..
Bulan dan bintang menjauhiku..
Berlinang air mata membasahi skujur tubuhku..
Ku kehilngan bintang yang bersinar terang...
Yang biasnya hadir menemani tidurku..
Kini ia pergi.. Meningglkn bumi pertiwi...
Bulan pun tenggelam oleh sinar malam..
Hanya ada debu-debu angkasa yang mendekatiku..
Membuat bumiku mulai sakit dan retaak..
Hancur lebur di telan malam..
Hanya ada sbuah sinar redup..
Di ujung malam..
Yang menemmaniku...
Yang akan menjemput bintang-bintang itu..
Yaitu harapan

Selasa, 28 April 2015

PUISI INDAH

MATA
Karya: Aji Ridho Pangestu


Ketika mata terpejam
Menghindar dari debu-debu
Perih terasa..
Anganku beterbangan...
Bagai kapas tertiup angin..
Seraya berbisik-bisik kepada alam..
Untuk kenyamanan dalam memandang..
Ku kuatkan diri ini..

Kau memberikan senyuman indah
Menuangkan rasa sayang dalam hatiku..
Mata yang berbinar-binar
Salju putih darimu
Menguatkan akar-akar tanaman..
yang terus tumbuh subur

Yang brbuah mata
Mata pelangi indah
Wlau basah dan fana

Minggu, 19 April 2015

PUISI INDAH UNTAIAN DOA

MENTARI INDAH UNTUK DIA
Oleh: Aji Ridho Pangestu


Saat ku buka tirai jendela, mentari bersinar terang...
Langit cerah menghiasi keindahan alam..
Awan-awan berbondong-bondong menepi..
Menemani mentari di ufuk timur
Engkau yang disambut bunga-bunga indah dan mentari yang tersenyum ceria
Doa-doa dan pengorbanan yang  terbang bak gemuruh ayat Al-Qur'an di bulan ramadhan..
Berharap akan membuat hatimu ceria...
Kesedihanmu memudar...
Dirimu bahagia..
Bak mentari yang ceria dan bahagia memberi kehangatan di negeri khatulistiwa....


Rabu, 07 Januari 2015

Puisi Tentang Cinta

Perasaan Yang Tertinggal
Karangan: Aji Ridho Pangestu


Ada hal yang harus kamu tau...
Ini mengenai perasaanku..
Rasa cinta yang datang timbul seiring waktu..
Begitu prasaanku dulu yang timbul kepadaMu, lalu hilang, dan knapa kini mulai datang kembali??
Mungkin sudah terlambat, tapi waktu masih dapat berbicara
Rasa cinta ini...
Untukmu?
Kuharap Kaupun dmikian...
Tapi semuanya sudah terlanjur..
Yang ku ingin, Kau telah tau perasaanKu ini...
Yang seiring waktu kan pasang surut atau hilang ditenggelamkan waktu
Dalam diam, duka, tawa, dan riang

Sabtu, 24 Agustus 2013

Puisi, Semangat juang untuk meraih Cita-Cita



SEMANGAT PERJUANGAN UNTUK MENGGAPAI CITA-CITA






Ku akan tetap berjuang dan bersungguh-sungguh di dalam menggapai cita-cita ku
Walaupun tembok yang keras kan menghalangiku
Walaupun harus menghadapi rintangan sebanyak kuman di bumi

Tetap dan terus telusuri keindahan dan keistimewaan ilmu di bumi ini
Terus berusaha dan berjuang tidak hanya di bumi pertiwi melainkan terus ku jelajahi hingga ke cakrawala bumi ini

Jadilah seperti langit yang terpandang tinggi
Menjadi bingkai dari bintang-bintang di malam hari
Tempat pelindung bumi dari benda sekecil debu dibandingkan luasnya  alam semesta
Dan menjadi bingkai yang menghiasi bulan bersinar di malam hari

Ku kan selalu berjuang..
Tetap kokoh seperti langit
Ia pun tak pernah jatuh walaupun tanpa penyangga
Dimanakah ujungnya?

Selalulah tetap bekerja keras untuk menggapai cita-cita
Tanpa kenal lelah
Walaupun tak seperti yang engkau harapkan
Terus mencobalah walaupun engkau akan kelelahan
Sesungguhnya di balik kesulitan itu ada kemudahan

Berkokoh bumi hingga tetap berarti
Kalau bukan setetes tinta
Takkan ku gubah sebait puisi
Kalau bukan dari kita
Siapakah lagi????

Selalulah tetap bekerja keras untuk menggapai cita-cita
Tetap kokoh seperti langit
Hingga kau menggapai langit
Dan akhirnya kaupun bisa memetik bintang kehidupan